Before you go on with the reading,

She's making her own way. With Allah by her side.


If you don't mind, read this blog from the first post. But If you mind, don't basically judge if you don't know what happened before :)

dan kisah penulis yang panjang hikayatnya di sini : kaishrakirana.
Salam.


September 7, 2011

036. This is not about love!

Assalammualaikum.

Ujian sebenar adalah dalam 11 bulan lainnya.
Ramadhan itu bengkel persediaan.


Kesian eh saya, macam angau tak sudah. Asyik-asyik cakap pasal bulan yang satu. Tak konsisten dalam beribadah ke cik kak?

Astaghfirullah. Jauhkan begitu.

Mahu yang baik dan berterusan.

|satu| - Kemenangan.
|dua| - Mengawal Nafsu.

...

2009 ; "Agak-agak aku 5 tahun nanti baru kita jumpa. Tapi, tak kisahlah. Kalau aku dah bawak anak ke suami ke by that time eh. Don't wait. Cari orang lain." 

2011 ; "OMG, kau still kira tahun ke? But, don't expect anything. Things are different now"

2013 ; ?


Kadang-kadang, apa yang pernah kita ucapkan, beri seribu pengharapan pada orang lain. Dan kadang-kadang pengharapan itu tidak dapat dipulangkan semula dengan sebaiknya. Ini bukanlah kisah perjanjian untuk sehidup semati, kerana itu perjanjian paling menakutkan.

Hanya yang terlayak sahaja akan dimeteraikan perjanjian itu.

Penantian yang lama, dan tidak akan berkesudahan ... 


Biarlah Allah jua yang menentukan segalanya. 


Tentang hati,

jujur saya katakan ;

Tawakal saya kini berada pada tahap yang semampunya saya mahu jaga.
Biar ada mata melihat saya seakan bergembira dengan adanya orang-orang tertentu,

jujur lagi sekali saya katakan ;

hanya doa yang menjadi penguat hati 

agar kekal sabar.


Dan perjalanan kali ini tidak seperti sebelumnya,
jika dulu amat mudah fikiran menjadi kusut dengan hal-hal yang remeh.

Alhamdulillah.
Kini lebih ampuh.


Kaki kecil ini melangkah semula dengan segala kudrat yang masih berbaki.

Buat hati-hati yang pernah diusik, seribu kemaafan dipinta, andai segala yang lama masih tidak mampu disingkirkan dari benak terpaling dalam.

Maaf.


Kali ini, apa juga yang terjadi ;

hanya pada Allah saya serahkan segalanya.

Berjumpa rakan lama, masing-masing mengungkap kembali kisah pasangan-pasangan lama ,
tersenyum saya sendiri.

Saya tidak punya kisah untuk dicanang.
dan jika ada sekalipun,

saya lebih rela mendiamkan diri.

biarlah yang satu, kekal yang satu.
bila tiba masanya,
insyaAllah,
akan ada.

dan sebaik mungkin kaki ingin melangkah keluar dari sangkar kisah lama-lama.

Maaf.



Saya tidak berminat untuk berkongsi tentang risau dan gusarnya saya tentang seberapa hal-hal yang di mata orang lain, saya nampak seakan tidak punya apa untuk difikirkan.
Saya lebih suka melihat mereka-mereka tertawa tanpa sedikit pun mengerti , di  balik raut wajah kecil ini ,
saya juga punya hati dan fikiran sendiri yang tidak pernah berhenti memikir dan mengharap pada Yang Esa.


If anything happens, doa kan yang baik-baik saja.


InsyaAllah.

...

“Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan ”

“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya ”

“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh ”

“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya ”

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya ”

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu”

“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan dan ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.”


sumber : ajnabi.

 


.

Assalammualaikum.

No comments: