Before you go on with the reading,

She's making her own way. With Allah by her side.


If you don't mind, read this blog from the first post. But If you mind, don't basically judge if you don't know what happened before :)

dan kisah penulis yang panjang hikayatnya di sini : kaishrakirana.
Salam.


July 21, 2013

.54. Tuhan tak datang satu satu untuk sia sia.


"Habistu, macam ni aku tak kan dapat jadi perempuan yang baik lah. selama lamanya" , tangan Sara menumbuk angin penuh rasa.

"Mana ada, kau perempuan yang baik. Aku tau", Haikal meyakinkan dari susup susup telefon..

"Kau tak tahu. Ni ha aku diuji lagi, takkan aku nak gagal?!" Sara marah dengan diri sendiri. Sangat, hingga air mata mengalir dalam diam.


Haikal senyap.

...

"Nah, aku nak kau baca buku ni" , Sara hulur buku favoritnya.

"Aku nak kau baca ini" Sara membelek-belek muka surat, dan mengarah Haikal terus membaca ke muka surat di mana si penulis membicarakan tentang betapa pentingnya sifat memaafkan. Sara sengaja, Sara mahu Haikal menjadi manusia yang lebih memaafkan, mungkin.

"Buku ni bagus untuk kau. macam ubat", Sara menambah, Haikal membaca penuh tekun.

"Ha, bagi aku pinjam" mata Haikal tetap membaca tiap tiap bait.

"Tak boleh. ada orang lagi perlukan, Lepas dia, baru kau. Tengok ni, ramai orang yang hatinya sakit" Sara membebel.

"Ni ha, baca ni lagi" Sara terus menarik buku, dan mencari cari muka surat tentang "attachment of life" dan "what if life doesn't goes how we want it to be"


Haikal diam. tekun. menghadam.



...

"Nah, tengok bunga ni, dah layu kan. mati" Sara mengeluarkan sekeping bunga orkid yang sudah dileper dipenyek antara muka surat, dijadikan penanda buku.

"Bunga ni glamer tau. Sebab dia pernah jadi DP aku"

"Eh? Facebook?" Haikal menyoal.

"Ha'ah. tengoklah. dulu cantik, sekarang dah mati kan"

Haikal tersengih.

Begitulah, Sara ingin memberi analogi, bila sesuatu yang dah dicabut dengan 'bukan caranya' dan dibiar jauh dari tempat yang 'sepatutnya' akan mati.

Tapi tidak dibicarakan secara jelas.



...

Aku masih ingat lagi dengan jelas, aku juga pernah entah pukul berapa pagi, menggangu hidup orang sana sini, di Mesir di Russia, di mana mana atau depan Mak sendiri,, hanya untuk mendengar aku menangis.
hanya untuk aku dengar dia bagi aku kata kata semangat kononnya supaya terus bangkit dengan hidup.

Kelakar kan.

dan sekarang, bila satu satu aku lihat percaturan Allah dan bila sedikir sedikit teman meminta nasihat itu ini, I started to realize, whatever Allah has put someone in, is NOT FOR NOTHING.

kadang, aku rasa segala jasa manusia yang membantu aku baik di zaman susah atau senang, memang tak mampu dibalas dengan sejuta penghargaan yang berupa bentuk dunia, atau pun perhatian 24/7 aku pada mereka. Tapi kalian, percayalah nama kalian tak pernah hilang dari doa aku untuk kesejahteraan kalian. Setiap satunya.

Kalau lah aku mampu, memang mahu senaraikan satu satu huruf nama kalian.
Atas kekuatan yang dikongsi sama, dan sekarang aku rasa what ever that I can do is, to give back the strength to others. Aku paling takut bila orang meminta aku berkata kata, aku takut aku diuji dengan setiap kata itu. Aku takut aku sendiri sebenarnya belum lulus atas setiap ujian tuhan pun selayaknya.

Nothing else that I hope for,

Apa kata aku, apa laku aku, aku paling mahu mengingatkan aku dan kau pada Tuhan yang menciptakan segala. No other. Kalau apa kata aku, hanya sia sia, yang meruntun jiwa agar melemah dan melembik, sesuai dengan sifat manusia yang lemah, aku rasa, I am not being a good friend after all.

Semoga, kita sama sama mampu mengharung segala macam ujian, yang Allah beri ya kawan kawan.
Aku terlalu sayang akan kalian, for the sake of Allah.


dan untuk keluarga, you guys are the most BEST gift that Allah has ever bestowed upon me.



For the few days, He gave me one issue to be solved for a friend. This situation reminds me much of mine, months ago. Me at her place. Grumbling crying begging and everything, late night calls, long talk and just whatever you name it, or even shaking just because you just have cried a lot just anywhere you want.

Itulah pasalnya, bila ada teman yang diharung ujian hati meranap jiwa, 
aku hanya mampu kata;

"bersangka baiklah pada tuhan. force yourself too do so to Allah, if we aren't able to think good of humans, it heals everything"

"kalau kita lihat sesuatu dari kaca mata hikmah, we will feel extremely good and relieve"

dan satu pinta aku pada tuhan,
agar kekalkan lah aku atau berikan lah aku kemampuan menyampaikan dengan berhikmah, berhemah bukan dengan benci tapi dengan kasih sayang. bukan dengan gesaan atau paksaan tetapi dengan santun dan sabar.

kerana aku pun juga pernah jadi si gadis yang keras kepala,
yang paling tak mahu orang bercakap cakap dengan aku tentang agama.
hal aku hal aku, hal kau hal kau.

but then again, its up to HIM to make everything completely different.

Bila orang kata, nak berubah senang, tapi to be in the way of life "berubah" memang susah.
Its just hard to keep istiqamah in doing so, being firm to our principle, but keep in mind, what's the purpose of life after all?

Itulah sayang, sayang kita patutnya pada sesuatu yang kekal, dan tak disiasiakan. Tapi itulah kita, kita beri sepenuh sayang pada yang tak sepatutnya, dan kita beri sisa pada DIA yang sentiasa menanti kita penuh kasih, untuk menjadi hamba Nya yang terbaik.


I am no one, to talk about religion, about fiqh or even anything in Islam, but the only thing I want every one that is near to me, to realize how Allah has been waiting for us to be back to rely on HIM, to talk to HIM, to have HIM in our hearts for every time of our life. 



So with that, I thanked Allah for every little thing HE did, for every single gift HE presented.


Tak salah lansung untuk kita tidak membenci sesiapa atau apa-apa. Its up to us, untuk menjada hati kita bagaimana. dan bagi aku, aku tidak memilih untuk membenci, semoga semaian benih kasih dan sayang akan tetap bercambah hingga bila billa.

kalau ke syurga, hingga lah ke syurga hendaknya.


EnsyaAllah.


Kalau ada satu benda yang aku ingin tanyakan kepada dia, aku hanya mahu tanya,

"Have you found the purpose of life? Or you are still playing around with what world has give in for you? I just hope you have. Because to see that, I am a Muslim, you are also one. And to see the best of another Muslim, is just what I hope Allah will give to you. For the sake of HIM, His Jannah, His Mercy, His forgivenes"

It takes a lot of courage and patience, just to comfort a friend, and to make her believe
"O' my dear trust me, nothing is sia-sia in life. Even though it comes for a short period of time. Don't let despair to be with you and haunt you. It is not losing anyone that hurts most, it is losing ourselves, actually"




Salamalakum wbt.






2 comments:

Nur said...

:')
indah.

LailaAlfisyahr. said...

hidup yang direncanakan tuhan.

indah.